Potensi

Salah satu desa penghasil kerajinan bambu adalah Sidigede, letaknya di kabupaten Jepara, kecamatan Welahan.

Mayoritas masyarakat Sidigede bekerja sebagai pembuat kerajinan anyaman bambu. Namun setelah adanya perkembangan zaman, kreatifitas tersebut menjadi berkurang. Penyebab utamanya adalah adanya lapangan pekerjaan yang lebih modern, sehingga kerajinan tersebut cenderung ditinggalkan. Akan tetapi kerajinan tersebut masih tetap berkembang, karena selain masyarakat Sidigede, beberapa masyarakat desa Teluk & Guwo juga ada yang bekerja sebagai pembuat kerajinan bambu. Kerajinan bambu dibuat umumnya berupa anyaman.
Berikut saya akan menunjukan gambar dan  sedikit penjelasan tentang kerajinan bambu :

tebok merupakan hasil kerajinan anyaman berbentuk lingkaran kecil sampai besar yang berfungsi untuk napeni beras (bahasa jawa), sayur toge, tempat makanan prasmanan, juga bisa sebagai tempat untuk menjemur atau menyimpan bawang dan lain sebagainya.

kemplu merupakan salah satu hasil kerajinan masyarakat Desa Sidigede yang berfungsi sebagai:
1. saringan untuk memeras kelapa
2. tempat untuk mencuci buah atau sayur
kalo ini berbentuk setengah lingkaran yang terbuat dari anyaman bambu dengan jenis anyaman yang sedikit renggang hal ini sesuai dengan fungsinya sebagai saringan.
kalo yang dibuat oleh masyarakat Desa Sidigede ini biasanya dipasarkan kedaerah Jepara, Pecangaan, kudus, Semarang dan sekitarnya.

kipas atau ilir juga termasuk salah satu produk buatan masyarakat Desa Sidigede ilir ini hadir dengan berbagai macam jenis ukuran dan juga motif anyaman,.
ilir biasanya dapat dilihat pada tukang sate, jagung bakar, jika didesa ilir masih sering digunakan oleh rumahan sebagai pengganti dari kipas angin.

Dunak berfungsi sebagai tempat mesusi (bahasa jawa) atau tempat untuk mencuci beras sebelum di masak, bisa juga sebagai tempat sayur atau lebih sering dilihat untuk tempat jamu gendong tradisional.
ukuran dunak cukup besar dan berebntuk kotak namun bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan atau pemesanan.

Besek merupakan tempat untuk membungkus makanan, biasanya penggunaan besek hanya pada saat tertentu seperti pada acara hajatan atau selamatan (bahasa jawa) namun saat ini penggunaan besek sudah berkurang peminatnya hal ini kalah dengan munculnya produk-produk dari kertas (kardus) dan mika/plastik.
namun besek memiliki nilai lebih dari produk kertas dan plastik, diantaranya :
1. lebih kuat dan tahan lama
2. harga lebih efisien dan efektif
3. memiliki niali keterampilan yaitu terbuat dari anyaman bambu
4. lebih memasyarakat